Pages

Jumat, 22 Januari 2016

Dirawat Ketika Jatuh Sakit

Setahun lebih yang lalu, sekitar satu bulan sebelum seminar tahap satu dimulai saya terserang penyakit typus. Awalnya saya pikir hanya gejala yang tujuh hari sudah bisa sembuh. Tapi ternyata sampai dengan dua minggu saya tidak dapat bangun dari tempat tidur. Akhirnya orang tua saya memutuskan untuk check-up ke rumah sakit setelah sebelumnya sudah sempat ke klinik. Di rumah sakit saya harus menunggu sekitar 15 menit lalu dokter melakukan penanganan kepada saya. Belum beranjak dari tempat tidur, dokter meminta izin untuk melakukan cek darah. Saya sudah pasrah dokter mau melakukan apa. Menunggu hasil cek darah keluar saya tak henti-hentinya keluar masuk toilet untuk membuang air liur. Entah mengapa sepertinya produksi air liur saya pada saat itu terlalu berlebih sehingga membuat saya harus sering-sering meludahkannya. Kondisi saya pun lemas-selemas-lemasnya karena selama sakit tak ada makanan yang bisa diterima perut saya, selain obat-obatan. Hasil lab. keluar dokter menyatakan saya terserang typus dan kekurangan cairan (saya memang tidak pernah minum air putih) sehingga harus dirawat. Behubung kamar sudah penuh saya disarankan untuk melakukan rawat jalan.

Keesokan harinya kondisi saya semakin parah, yang saya rasakan hanya uring-uringan, menangis, mengeluh, badan saya sudah tak terasa ada bobotnya, ditambah kondisi perut yang kosong. Orang tua saya menghubungi rumah sakit, kabar baiknya ada satu orang yang hari itu akan keluar. Bersiaplah saya untuk ke rumah sakit. Baru saja saya berdiri rasanya saya seperti melayang. Sudah tak kuat mengingjakan kaki di lantai. Akhirnya saya digendong menuju mobil untuk ke rumah sakit. Sesampainya di sana saya sudah disambut dokter dan perawat beserta kursi roda. Duduklah saya di kursi roda dan diantarkan ke kamar. Ah God, saya harus melakukan suntik lagi untuk diberikan cairan infus, cek darah lagi dan entah saya hanya ingin berbaring saja. Inilah pertama kalinya saya dirawat di rumah sakit.

Setelah semalam mengalami tidur di rumah sakit. Pagi harinya saya harus melakukan tes rutin, disuntik lagi, iya, disuntik. Untung saya bukan orang yang takut akan jarum suntik. Siang harinya diberi kabar bahwa saya terserang demam berdarah dan asam lambung. Sudah typus ditambah demam berdarah, asam lambung pun. Pikiran saya semakin kacau balau memikirkan tugas akhir, seminar dan penyakit. Saya tidak didaftarkan seminar tahap satu, pikiran saya sudah entah di mana. Makanan di rumah sakit pun sedikit yang tersentuh oleh saya. Fyi saja, selama di rumah sakit saya malah makan nasi padang dan bakso, tapi baksonya ya bening ditambah nasi. Lagi sakit tetap saja tak sadar diri. Di dalam hati bertekad setelah sembuh ingin makan ayam bakar bumbu rujak kantin pintu empat, mie ayam, burger, dan berbagai macam makanan yang selama sakit menjadi pantangan.

Tiga hari dua malam di rumah sakit dengan perawat teman sendiri yang ternyata sedang magang. Dunia itu sempit ya. Saya memaksakan diri untuk pulang karna sadar akan kondisi yang sudah cukup mendingan. Walau sebelum pulang orang tua saya harus tanda tangan di atas pernyataan bahwa yang terjadi di luar bukan lagi tanggung jawab rumah sakit. Saya pulang karna saya sadar saya harus menyelesaikan tugas akhir untuk seminar tahap tiga, iya tahap tiga, seminar terakhir. Dosen pembimbing dan teman-teman saya tidak memaksakan saya tapi tetap saja, saya punya tanggung jawab. 

Saya dianjurkan untuk bedrest selama tiga bulan dengan makan-makanan yang semestinya dan istirahat secukupnya. Kepala saya sudah hampir botak karena penyakit yang saya derita membuat rambut rontok tak kira-kira. Bahkan sampai dengan detik ini pun tumbuhnya masih belum sempurna.
Begitulah tentang kisah terserang penyakit yang saya tidak mau dia hadir kembali. Cukuplah pengalaman sakit yang mengharuskan saya dirawat di rumah sakit untuk terakhir kalinya. 

Sehat itu murah, sakit yang mahal.

ps: Tadinya bukan mau posting tentang pengalaman sakit macam ini, tapi malah jadi inget yowis tak tulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimaksih sudah bersedia membaca. Silahkan tulis kritik-saran-pujian-pertanyaan di kolom komentar :)