Pages

Selasa, 01 April 2014

Surat Untuk Mantan

Hai, bagaimana kabarmu ?

Sudah sekitar tiga tahun lebih kita saling bungkam. Saling berusaha melupakan tentang apa yang pernah kita perjuangkan. Bukan hanya itu, sepertinya kita pun berusaha untuk saling tidak mengenal satu sama lain. Memang seperti itu atau hanya perasaanku ? Entahlah. Setelah berpisah,  aku merasa kamu seperti orang yang mencoba untuk menghindariku dan memusuhiku. Aku tau betapa sakitnya kamu saat itu, tapi apa kamu tau bagaimana yang kurasakan setelah memutuskan untuk mengakhiri segala tentang kita ? Biar kuceritakan sedikit melalui surat ini.

Dulu, saat aku dan kamu masih bergabung dalam kita, begitu banyak yang tak menginginkan hal itu tercipta. Teman-temanmu, teman-temanku, bahkan mereka yang tak mengenal salah satu dari kita atau malah tak mengenal aku dan kamu juga tak menginginkan hubungan yang terjadi diantara kita. Namun, di tanggal 29 November 2009 semua yang dikatakan mereka sama-sama kita abaikan. Kita berjuang untuk tetap bertahan dan saling menguatkan.

Setelah tiga bulan berlalu, salah satu dari kita mulai diselimuti ragu. Aku. Ya, aku mulai tak bisa bertahan di atas ketidaksukaan mereka. Aku mulai lelah untuk saling menguatkan, aku lelah untuk bertahan. Hingga akhirnya kau pun menyerah. Akhirnya kita berpisah. Tak ada lagi aku, tak ada lagi kamu, dan tak ada lagi kita.

Waktu terus berputar, hingga membuat aku sadar. Perpisahaan saat itu membuatku diselimuti perasaan menyesal tak karuan. Membuatku terus-menerus menyalahkan diri sendiri. Aku hampir merasa depresi. Beruntunglah aku tak selemah itu. Waktu yang berlalu tetap tak membuat penyesalanku hilang begitu saja untukmu. Sampai dengan detik ini pun, penyesalan itu masih mengerumuni ruang pikiran. Apa kamu tau itu ? Sudah jelas jawabannya pasti tidak.

Begitulah perasaanku setelah memutuskan untuk pergi darimu. Kesakitanku baru ada setelah kau telah benar-benar membuat aku tak pernah ada. Penyesalanku semakin menggila ketika segala tentang kita yang pernah ada sudah kamu lupakan semua.

Hanya itu yang ingin kutuliskan dalam surat ini. Kamu membacanya atau tidak, buatku taka apa-apa. Aku meminta maaf atas segala yang pernah kuperbuat, atas segala rasa yang pernah ada, dan atas segala luka yang tercipta. Jika ungkapan mantan terindah memang ada, mungkin kamulah yang akan aku nobatkan sebagai pemiliknya. Terimakasih atas segala kenangan yang tercipta. Terimakasih telah membuatku sadar dan berbalut perasaan menyesal. Semoga kamu tetap bahagia dengan kehidupanmu yang tak ada lagi aku di dalamnya.


Dari aku, yang pernah begitu mencintaimu.


*Tulisan ini diikutsertakan untuk lomba #suratuntukruth novel Bernard Batubara*

22 komentar:

  1. hhhm...romantis dan menyedihkan ya mengenang yg seharusnya menjadi kenangan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. whihi sedikit menyedihkan memang :')

      Hapus
  2. penyesalan selalu datang belakangan. boleh menyesalinya, tapi jangan berlarut-larut.
    dunia tetap berputar meskipun kamu sendiri.
    masih banyak lelaki lain di luar sana. cuman kamunya aja yang terlalu menutup diri.
    semangat !!

    BalasHapus
    Balasan
    1. tetep berputar kok, aku tidak semenyedihkan itu hehe

      Hapus
  3. Aw..aw.. Ciee.. Haaha.. Lihatin ke mantannya gih. :p
    Penyesalan emang datang belakangan, tapi mungkin itu keputusan yg tepat. Kita gak tau apa yg akan terjadi kalo saat itu tetap di teruskan. :)

    Gutlak yah.. Semoga menang Lombanya. 'O')9

    BalasHapus
    Balasan
    1. haaah diliatin ? aduh belum punya cukup keberanian :D
      iya bener banget :')

      Hapus
  4. cup cup cup... *tepuk-tepuk pundak*
    Penyesalan selalu dateng belakangan. Tapi emang kalo ngejalanin hubungan yang gak disukai sama orang sekitar itu sering bikin stres sendiri. Gara-gara tiap ketemu orang pasti direcokin tentang hal itu.

    Semangat! Semoga menang lombanya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaaaaahh iya bener bangeeeet, selalu direcokinnn -___-

      Hapus
  5. inilah yang dinamakan mesti galau demi sebuah lomba. haha
    harus rela galau, nginget2 mantan, lama2 nanti ngajak balikan dan dianya nggak mau soalnya udah punya pacar, 3 lagi pacarnya. mhahaha

    semoga ajah mantannya baca. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenernya udah ngerasa ini lama, cuma nulisnya nunggu moment yg tepat. ya kayak ajang lomba ini :p
      haha gak sampe nekat ngajak balikan juga XD

      Hapus
  6. Plis banget. Mantan lo harus baca ini. Siapa mantan lo? Twitternya apa? biar bang edot atau rangers lain yang bilang ke dia. Jangan gue. Takut.

    Terlihat kata demi kata lo menghayati banget tulisannya. Sekarang gue percaya, ketika manusia sedang menulis dengan dipenuhi oleh kegalauan. Ia aka menjadi sosok yang sempurna. Iya, seperti tulisan lo ini. Tutur katanya epik banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAHA dia gak aktif twitter.
      sosok yang sempurna ? oh god :o

      Hapus
  7. bagus banget suratnya. gue juga ikutan even menulis #suratuntukmantan ini.

    semoga saja mantan kamu baca deh. terutama dia harus baca yang bagian ini "Jika ungkapan mantan terindah memang ada, mungkin kamulah yang akan aku nobatkan sebagai pemiliknya." pasti dia akan langsung tersentuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaaa gak berharap dia baca sihh, bisa nulis gini aja udah lega :'D

      Hapus
  8. cie...cie... surat untuk mantan nih...
    siapa tuh?? sekarang yang baru juga namanya siapa??ehemm....

    BalasHapus
  9. bahasanya dalem banget deh..

    pemilihan katanya keren, kalo ngomongin mantan emang kadang seseorang bisa berubah begitu melankolis dan mendayu-dayu hehe

    moga menang ya :D

    BalasHapus
  10. gue suka bgt tulisan yg kayak kayak gini. bagus :) ge tau nih lombanya. moga menang deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. wihii terimakasih ya kaka. Tapi sejujurnya agak ga pede sama tulisan tipe galau gini :|

      Hapus
  11. Penyesalan itu emang selalu terlambat datangnya. Kalau gak terlambat, yaa bukan penyesalan namanya. Tapi emang udah niat :v wkwk *apasih*

    Kata-katanyaaa~ NYESSS banget. Aaa... Semoga menang lombanya ya kak :D

    BalasHapus
  12. Mantan mah kadang kayak tai lalat, emang sih dia bagian dari kita, tapi kan gak penting2 amat. Keren, aku juga ikutan lomba bikin surat untuk mantan hehehe:D

    BalasHapus

Terimaksih sudah bersedia membaca. Silahkan tulis kritik-saran-pujian-pertanyaan di kolom komentar :)