Pages

Jumat, 03 Mei 2013

[BeraniCerita #10] Demi Ayah

Ayah Liza keluar dari ruang kerjanya sambil mengacungkan sepucuk surat.

"Liza," katanya, "aku sedang mencarimu; masuklah ke ruang kerjaku."


Liza mengikuti ayahnya memasuki ruang kerja, dan ia menduga bahwa apa yang akan disampaikan oleh ayahnya tentu berhubungan dengan surat yang dipegangnya.


Mereka duduk berdua saling berhadapan. Liza menyusun kata-kata dalam kepalanya untuk memberikan penjelasan yang tepat.

"Kenapa aku sampai mendapatkan surat panggilan ini dari sekolahmu ?" ucap ayah Liza. Liza hanya diam menunduk.

"Kenapa kamu diam saja ?" Ayah bertanya lagi.

"Jawab Liza !!" Ayah mulai membentak.



"Liza cuma mau bantu ayah" Ucap Liza.

"Seperti ini ? kamu bilang membantuku ? kamu tahu Liza ini malah menyusahkanku ! Kemana saja kamu sampai membolos sekolah ?"

***
Liza melihat setumpukan kertas yang aja di meja tamu. Liza tahu kertas itu milik ayahnya tapi Liza begitu penasaran dengan kertas-kertas itu. Dengan segala ketakutan Liza membaca satu demi satu kertas yg berserakan di meja tamu.
"Jadi ayah .." liza langsung berlari ke kamarnya. Dia membuka komputernya dan mencari segala lowongan kerja yang tersedia untuk anak seusianya. Keesokan harinya Liza membolos sekolah dan mulai bekerja sebagai pelayan di salah satu kafe. Sudah seminggu dia membolos sekolah tanpa diketahui ayahnya.

***
"Kebangkrutanku biarlah aku yang menanggung, aku masih mampu membiayaimu sekolah. Tak perlu kamu memikirkan urusanku, tugasmu belajar dan sekolah. Mulai besok kamu harus kembali ke sekolah. Jangan kamu berani pulang ke rumah jika tak sekolah."




15 komentar:

  1. alif. idenya bagus. tp alif nulis nama orang pake kapital terus ya. hehe. keep writing ;)

    BalasHapus
  2. ceritanya bagus mbak ...

    BalasHapus
  3. nice idea! :) mungkin bakal lebih seru kalau nggak langsung ketahuan kalau dia bolos karena kerja ^^ *just a thought

    BalasHapus
  4. Makasih udah ikutan Berani Cerita ya alif!

    Saran sedikit ya, perhatikan pada prompt, si Ayah menggunakan kata sapaan 'aku', jadi sebaiknya konsistensi ini dijaga ya. Just my two cents...

    Good job!

    BalasHapus
  5. Yang Liza kerja itu ditaruh di akhir bisa jadi twist mbak, IMHO. hehe.

    BalasHapus
  6. iya kerjanya dtaro di akhir aja :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya udah diganti terimakasih hehe :)

      Hapus
  7. jadi ayah... emang sengaja dibikin nggantung yah? keep writing ya :)

    BalasHapus
  8. emang kenapa ayahnya liza? kena hutang banyak? dipecat? di teror? ada baiknya dijelaskan, singkat saja. supaya twistnya mengena :)
    keep writing ya :)

    BalasHapus
  9. Idenya sudah bagus Alif, tapi ceritanya kurang 'mengalir' :)

    Keep writing ya^^

    BalasHapus

Terimaksih sudah bersedia membaca. Silahkan tulis kritik-saran-pujian-pertanyaan di kolom komentar :)